Sumenep,RPN-Perkembangan inflasi di Kabupaten Sumenep menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Berdasarkan pemantauan terbaru, emas menduduki peringkat pertama sebagai komoditas penyumbang inflasi tertinggi dengan angka mencapai 1,4 persen, disusul oleh cabai dan telur yang turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan harga di pasar.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Sumenep, Deddy Iskandar, SH, MH, saat dikonfirmasi oleh media ini lewat aplikasi WhatsAppnya, Selasa sore(13/01/2026).
Menurut Deddy Iskandar, kenaikan harga emas lebih dipengaruhi oleh faktor global, seperti fluktuasi nilai tukar dan dinamika harga emas dunia, sehingga dampaknya terhadap kebutuhan pokok masyarakat dinilai tidak terlalu signifikan.
“Emas memang menjadi komoditas dengan andil inflasi tertinggi, namun ini lebih bersifat investasi, bukan kebutuhan konsumsi harian masyarakat. Karena itu, dampaknya terhadap daya beli secara umum masih relatif terkendali,” jelasnya.
Sementara itu, komoditas cabai dan telur mengalami kenaikan harga akibat faktor musiman dan distribusi. Meski demikian, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan stabilitas pasokan di pasar tradisional maupun modern.
“Untuk cabai dan telur, kenaikan harga masih dalam batas wajar. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti pemantauan stok, kelancaran distribusi, serta koordinasi dengan instansi terkait,” tambah sapaan Dadang.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Sumenep berkomitmen menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi agar tetap berada pada level yang aman. Berbagai strategi telah disiapkan, mulai dari penguatan koordinasi lintas sektor, operasi pasar jika diperlukan, hingga optimalisasi peran pasar rakyat.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat. Selama pasokan aman dan distribusi lancar, kami optimistis kondisi ekonomi daerah tetap stabil,” tegasnya.
Dengan kondisi inflasi yang masih terkendali, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal, serta daya beli masyarakat dapat terjaga di tengah dinamika harga sejumlah komoditas.
zain_rpn












