Tak Kenal Terik dan Lelah, Pasukan Kebersihan Sumenep Terus Mengabdi di Tengah Upah Minim

Sumenep,RPN-Di bawah terik matahari yang menyengat, pasukan kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep tetap menjalankan tugasnya tanpa banyak keluh. Dengan gerobak roda tiganya, mereka menyisir setiap sudut jalan utama demi menjaga wajah kota tetap bersih, meski imbalan yang diterima jauh dari kata sepadan.

Pemandangan tersebut terlihat jelas di sekitar kawasan Taman Bunga Sumenep, jantung Kota Sumenep. Sejumlah petugas kebersihan tampak membersihkan sampah yang berserakan di ruas-ruas jalan utama, seolah menjadi “pasukan sunyi” yang kerap luput dari perhatian, namun jasanya paling nyata dirasakan masyarakat.

Hendra Gunawan, salah satu warga Sumenep, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi pasukan kebersihan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya tidak menutup mata terhadap kondisi mereka.

“Kabupaten Sumenep bisa bersih seperti ini karena kerja keras mereka. Sudah selayaknya pemerintah memberi perhatian lebih, baik dari sisi kesejahteraan maupun perlindungan kerja,” tegas Hendra(29/02/2026).

Ironisnya, tugas pasukan kebersihan tidak hanya berlangsung di siang hari. Mereka juga harus kembali bekerja pada malam hari, terutama usai digelarnya berbagai acara besar di wilayah kota yang kerap meninggalkan tumpukan sampah di mana-mana. Namun, kerja ekstra itu tak selalu berbanding lurus dengan penghargaan yang mereka terima.

Lebih lanjut, Hendra menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, persoalan kebersihan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada petugas kebersihan.

“Kesadaran warga masih minim. Perlu kampanye masif, mulai dari poster, papan imbauan, hingga ajakan langsung di fasilitas umum seperti Taman Bunga Arya, Taman Tajamara, hingga kawasan Masjid Agung,” ujarnya.

Ia menegaskan, tanpa perubahan perilaku masyarakat dan dukungan serius dari pemerintah, pasukan kebersihan akan terus menjadi korban dari sistem yang abai. Di satu sisi dituntut menjaga kebersihan kota, di sisi lain kesejahteraan mereka masih berada di batas kewajaran yang memprihatinkan.

Sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak hanya bangga pada kota yang terlihat bersih, tetapi juga berani berpihak pada mereka yang bekerja paling keras di balik kebersihan tersebut. Jika tidak, maka pujian terhadap kota bersih hanyalah kemewahan yang dibangun di atas keringat para pejuang bergaji kecil.

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?