Bappeda Sumenep Perkuat Sektor Unggulan untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Sumenep,RPN-Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus melakukan langkah strategis dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025. Fokus kebijakan diarahkan pada penguatan sektor-sektor unggulan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian, antara lain sektor pertanian, perikanan, pariwisata, serta industri kecil dan menengah (IKM).

Untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran, Bappeda Sumenep meningkatkan koordinasi lintas sektor melalui serangkaian rapat teknis bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep serta perangkat daerah terkait. Langkah ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara berkelanjutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa penguatan sektor unggulan menjadi salah satu prioritas utama dalam mendorong akselerasi pembangunan ekonomi daerah.

“Kabupaten Sumenep memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan kolaborasi seluruh pihak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat kita optimistis dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja,” ujar Arif Firmanto.

Pertumbuhan Ekonomi Melebihi Target RPJMD

Berdasarkan data terbaru BPS Kabupaten Sumenep, perkembangan ekonomi daerah menunjukkan performa yang sangat positif. Laju pertumbuhan ekonomi (y-on-y) PDRB Menurut Lapangan Usaha tercatat sebesar 6,46% pada Triwulan I 2025, kemudian berada pada posisi 5,50% pada Triwulan II 2025. Capaian ini telah melampaui target tahunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Sumenep 2025–2029, yaitu 4% untuk tahun 2025.

Pertumbuhan pada Triwulan I ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga serta aktivitas distribusi barang menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Sementara itu, perlambatan musiman pada Triwulan II masih dinilai dalam batas stabil, dipengaruhi oleh panen raya sektor pertanian serta dinamika harga komoditas.

Secara agregat, tren ekonomi hingga pertengahan 2025 menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan berbasis penguatan sektor produktif telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kinerja ekonomi daerah.

Tantangan dan Upaya Penguatan Kebijakan

Meski demikian, Bappeda Sumenep menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama, di antaranya:

-Stabilitas harga bahan pangan

-Akses logistik antarwilayah, khususnya di wilayah kepulauan

-Peningkatan daya saing produk lokal

-Penguatan investasi pada sektor-sektor produktif

Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memperkuat koordinasi dan konsistensi kebijakan pembangunan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Dukungan regulasi, penyelarasan program lintas sektor, serta kolaborasi aktif dengan masyarakat dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.” Tukasnya.

Dengan langkah strategis yang telah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis dapat mempertahankan kinerja ekonomi yang positif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?