Momentum Hari Kanker Sedunia 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat

Sumenep,RPN-Momentum peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2026 dimanfaatkan oleh RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (RSUDMA) untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap ancaman kanker serta pentingnya pencegahan dan deteksi dini.

Data internal rumah sakit menunjukkan bahwa dalam kurun dua tahun terakhir, RSUDMA Sumenep telah menangani 20.879 pasien kanker. Angka tersebut menjadi indikator tingginya beban penyakit kanker di wilayah Kabupaten Sumenep dan sekitarnya.

Kepala Seksi Humas RSUDMA, Erfin Sukayati, menyampaikan bahwa data tersebut mencerminkan tantangan serius yang masih dihadapi sektor kesehatan daerah.

“Angka ini menjadi gambaran nyata bahwa kanker masih menjadi persoalan besar yang membutuhkan perhatian bersama, baik dari sisi pencegahan, deteksi dini, maupun pengobatan,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Secara nasional, tren kasus kanker juga menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan pada akhir 2025, Indonesia mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahun. Kondisi ini mempertegas bahwa kanker bukan hanya isu global, tetapi juga tantangan kesehatan masyarakat di tingkat lokal.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menegaskan bahwa langkah preventif harus menjadi prioritas. Menurutnya, perubahan gaya hidup merupakan kunci utama dalam menekan risiko kanker.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, karena mengandung zat karsinogen,” jelasnya.

Ia menambahkan, deteksi dini memiliki peran krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk skrining sesuai faktor risiko dan usia, dinilai mampu menemukan kanker pada stadium awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

Selain aspek medis, RSUDMA juga menekankan pentingnya dukungan moral bagi pasien dan penyintas kanker. Semangat, dukungan keluarga, serta kepatuhan menjalani terapi menjadi bagian integral dalam proses pemulihan.

“Kanker tidak harus ditakuti, tetapi dilawan. Ikhtiar medis harus terus dilakukan, disertai doa dan keyakinan,” tutur dr. Erliyati.

Melalui peringatan Hari Kanker Sedunia 2026, RSUDMA Sumenep berharap kesadaran masyarakat tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup yang lebih sehat, meningkatkan partisipasi dalam program skrining, serta memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam upaya pencegahan kanker sejak dini.

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?