SUMENEP,RPN- Semangat gotong royong kembali ditunjukkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lenteng dengan menggelar kegiatan kurvei atau kerja bakti pembersihan lingkungan pada Jumat pagi (10/04/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, tenaga kesehatan dari Puskesmas Lenteng dan Moncek, Disdukcapil, hingga masyarakat sekitar. Aksi bersih-bersih dipusatkan di area pembuangan sampah warga yang berada di sekitar DAM Jepun, Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng.

Camat Lenteng, Ir. Supardi, MM, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor 600.1.17.3/79/114/2026 tertanggal 09 April 2026 tentang kegiatan kurvei atau kerja bakti pembersihan lingkungan.
“Gerakan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kami juga rutin menggelar kegiatan ‘Jumat Bersih’ di berbagai titik, seperti sebelumnya di Pasar Lenteng, dan hari ini difokuskan di area pembuangan sampah DAM Jepun,” ungkap Supardi.
Ia menambahkan, sinergi lintas instansi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci suksesnya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, dukungan dari semua pihak sangat baik. Ini menunjukkan kepedulian bersama terhadap lingkungan,” imbuhnya.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan asri akan menciptakan kenyamanan serta berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap potensi penyakit yang timbul akibat lingkungan kotor.
“Lingkungan yang bersih tentu menjauhkan kita dari berbagai penyakit, termasuk mencegah berkembangnya sarang nyamuk dan hewan berbahaya lainnya. Ini investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Lenteng berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Supardi juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di area terbuka yang berpotensi menjadi tempat penumpukan sampah liar.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong dan menjadikan kegiatan kerja bakti sebagai rutinitas yang berkelanjutan.
“Kalau lingkungan kita bersih, hidup kita juga akan lebih sehat, nyaman, dan produktif. Mari kita jaga bersama, mulai dari hal kecil di sekitar kita,” pungkasnya.
zain_rpn












