Sumenep,RPN-Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian. Setelah sukses mempercepat target swasembada pangan dari tiga tahun menjadi hanya satu tahun, kini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat berhasil melampaui target Serapan Gabah (Sergab) dengan capaian signifikan.
Dari target awal sebesar 600 ton dalam kurun waktu satu tahun, realisasi serapan gabah kering panen (GKP) justru telah mencapai 610,981 ton hanya dalam waktu 1 bulan 10 hari. Capaian ini menjadi bukti kuat sinergi dan kerja keras lintas sektor di Kabupaten Sumenep.

Kepala DKPP Sumenep, H Chainur Rasyid SE, yang akrab disapa Pak Inung, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi erat antara DKPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta dukungan dari Bulog.
“Alhamdulillah, target yang seharusnya dicapai dalam satu tahun, bisa kita tuntaskan hanya dalam waktu 1 bulan 10 hari. Hingga tadi malam, serapan gabah sudah mencapai 610,981 ton,” ujarnya, Jumat pagi (03/04/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut juga merupakan hasil dari arahan dan dukungan penuh Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH, MH, yang terus mendorong percepatan sektor pertanian.
“Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim, mulai dari petani, PPL, hingga Bulog, yang berjalan di bawah arahan dan petunjuk Bupati. Kami sangat mengapresiasi petani yang telah menjual gabahnya, terlebih dengan harga yang saat ini mencapai Rp6.500 per kilogram,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Chainur Rasyid menyebutkan bahwa capaian ini menjadi yang tertinggi di wilayah Madura saat ini, sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.
“Insya Allah, target swasembada pangan dari Kabupaten Sumenep tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi untuk masyarakat luas di Indonesia,” tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para PPL yang terus bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan optimalisasi serapan gabah.

“Petugas di lapangan bahkan harus bekerja hingga larut malam, pulang di atas pukul 00.00, dan pagi harinya kembali turun ke lapangan. Ini adalah dedikasi luar biasa untuk daerah dan negara,” tegasnya.
Kepala DPMD Sumenep juga turut menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari kepemimpinan Bupati yang konsisten memberikan arahan strategis.
“Keberhasilan ini adalah buah dari arahan dan petunjuk Bupati Sumenep yang terus mendorong percepatan di sektor pertanian, termasuk penguatan koordinasi lintas instansi,” ujarnya.

Ke depan, DKPP Sumenep optimistis mampu terus meningkatkan produksi hingga mendukung target nasional 1 juta ton beras menuju ekspor. Dengan tren positif ini, Kabupaten Sumenep diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan unggulan di tingkat nasional.
Terpisah, Kepala Bulog Kalianget, Anshori saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan.
zain_rpn












