Nakes PKM Batuan Diduga Alami Penganiayaan Saat Tangani Pasien Laka Lantas

Gambar ilustrasi Seorang Perawat yang diduga alami penganiayaan di PKM Batuan
Gambar ilustrasi Seorang Perawat yang diduga alami penganiayaan di PKM Batuan

Sumenep,RPN-Seorang tenaga kesehatan Puskesmas Batuan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, diduga menjadi korban penganiayaan saat menjalankan tugas pelayanan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 10.10 WIB.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, S.H., menjelaskan bahwa insiden bermula ketika dua pasien korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke UGD Puskesmas Batuan oleh masing-masing pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan medis.

“Saat itu, korban bernama Ramli Fawaid, bersama sejumlah tenaga medis lainnya, tengah fokus melakukan tindakan medis terhadap pasien. Namun, situasi di ruang UGD mendadak memanas akibat cekcok mulut antara kedua keluarga pasien yang terjadi di dalam ruangan,” Ungkap Widiarti dalam keterangannya (09/01/2026).

Untuk menjaga kondusivitas dan agar proses penanganan medis berjalan optimal, korban meminta keluarga pasien menunggu di luar ruang UGD. Permintaan tersebut disampaikan dengan maksud baik agar tenaga kesehatan dapat fokus menyelamatkan pasien.

“Namun, salah satu anggota keluarga pasien diduga merasa tersinggung dan menanggapi dengan nada tinggi. Adu argumen pun tak terhindarkan, meski korban telah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki waktu untuk berdebat karena pasien harus segera ditangani,” terangnya.

Situasi semakin memanas ketika seorang perempuan dari pihak keluarga pasien menyatakan akan membawa pasien ke fasilitas kesehatan lain sambil merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel. Korban berusaha menghalangi tindakan perekaman demi menjaga ketertiban dan privasi pelayanan medis, yang kemudian kembali memicu cekcok mulut.

“Melihat kondisi semakin tidak kondusif, rekan-rekan sesama tenaga medis berupaya mengamankan korban dengan membawanya ke ruang jaga perawat. Namun, salah satu anggota keluarga pasien yang mengenakan baju biru dan songkok kopyah diduga mengejar korban dan berusaha memiting lehernya. Korban sempat berusaha melepaskan diri,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut Widi,Tak berhenti di situ, dari arah belakang, anggota keluarga pasien lain yang mengenakan baju merah diduga memukul kepala korban, disertai tindakan dorongan ke tubuh korban. Beruntung, rekan-rekan tenaga medis lainnya segera melerai sehingga situasi dapat dikendalikan dan tidak semakin memburuk.

“Atas kejadian tersebut, pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB, korban secara resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Sumenep Kota untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.” Tukasnya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman dan penyelidikan guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut serta menentukan langkah hukum selanjutnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan rasa aman saat menjalankan tugasnya.

Hingga berita ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait persolan ini. Upaya konfirmasi media ini masih mengalami kesulitan.

zain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?