Gerak Cepat Sulahuddin, Komisi II DPRD Sumenep Salurkan Bantuan Air Bersih ke Lenteng

Sumenep,RPN-Krisis air bersih yang melanda Dusun Embik, Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, mendapat respons cepat dari anggota legislatif. Sulahuddin, Anggota Komisi II DPRD Sumenep sekaligus Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga pada Kamis (12/02/2026).

Bantuan tersebut diberikan menyusul laporan masyarakat yang mengeluhkan kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari. Krisis air yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir itu berdampak pada aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak hingga sanitasi.

Menanggapi keluhan tersebut, Sulahuddin segera berkoordinasi dengan PDAM Kabupaten Sumenep dan BPBD Kabupaten Sumenep guna mempercepat distribusi bantuan.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat mengenai krisis air bersih. Sebagai perwakilan rakyat, saya langsung menghubungi PDAM dan BPBD agar penyaluran air bisa cepat direalisasikan,” ujarnya.

Respons Cepat dan Tanggung Jawab Politik

Sulahuddin menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama dalam situasi darurat. Menurutnya, respons cepat terhadap persoalan publik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga tanggung jawab moral dan politik.

Ia juga mengutip pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bahwa setiap kader partai harus berdiri di samping rakyat dan memperjuangkan aspirasi mereka.

Pernyataan tersebut mempertegas komitmen politik yang diusung, sekaligus menunjukkan bahwa langkah bantuan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan pelayanan publik DPRD.

Tanggapan Objektif dan Tantangan Ke Depan

Sejumlah warga Desa Moncek Tengah menyambut positif distribusi air bersih tersebut. Mereka berharap bantuan dapat terus berlanjut hingga kondisi kembali normal, mengingat pasokan air di wilayah tersebut sangat bergantung pada faktor cuaca dan ketersediaan sumber air tanah.

Secara objektif, langkah cepat yang dilakukan anggota DPRD patut diapresiasi sebagai bentuk responsif terhadap aspirasi masyarakat. Namun demikian, distribusi air bersih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan.

Pengamat kebijakan daerah menilai, persoalan krisis air di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep memerlukan solusi jangka panjang, seperti:

-Penguatan infrastruktur jaringan air bersih.

-Optimalisasi embung dan sumber air alternatif.

-Perencanaan tata kelola air berbasis mitigasi musim kemarau.

-Kolaborasi berkelanjutan antara legislatif, eksekutif, dan BUMD terkait.

Dengan demikian, bantuan darurat menjadi langkah awal yang penting, namun perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan strategis agar krisis serupa tidak terus berulang setiap tahun.

Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat saat krisis memang memberikan harapan. Tantangan berikutnya adalah memastikan solusi yang lebih permanen agar akses air bersih benar-benar terjamin bagi seluruh warga.

 

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?