Selain Sektor Pangan, Perkebunan Sumenep Juga Raih Apresiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia

Sumenep,RPN-Di balik gaya kepemimpinannya yang tenang dan sederhana, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan capaian strategis. Setelah sukses mendorong percepatan swasembada pangan yang menjadi program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, kini sektor perkebunan Sumenep turut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Target swasembada pangan nasional yang dirancang dalam kurun waktu tiga tahun, justru di Kabupaten Sumenep mampu terlampaui dalam waktu kurang dari satu tahun. Capaian tersebut dinilai istimewa, mengingat karakter geografis Pulau Madura yang identik dengan cuaca panas dan lahan kering.

Tak berhenti di sektor pangan, subsektor perkebunan Sumenep juga mendapat perhatian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dari lima komoditas unggulan nasional yang diprioritaskan dalam program hilirisasi kelapa, tebu, kakao, mente, dan kopi. Sumenep berhasil memperoleh alokasi pengembangan untuk dua komoditas.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa daerahnya mendapat kebanggaan tersendiri karena masuk dalam program hilirisasi subsektor perkebunan tahun 2026.

“Hilirisasi subsektor perkebunan dari lima komoditas seperti kelapa, tebu, kakao, mente, dan kopi. Alhamdulillah, Sumenep mendapatkan dua komoditas yakni kelapa seluas 3.500 hektare dan mente seluas 1.500 hektare di tahun 2026 ini,” ujarnya.

Program hilirisasi ini dinilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui pengolahan pascapanen. Dengan luas pengembangan mencapai 5.000 hektare untuk dua komoditas tersebut, potensi peningkatan pendapatan petani, penguatan UMKM berbasis agroindustri, serta penciptaan lapangan kerja baru menjadi terbuka lebar.

Pendekatan ini juga dinilai selaras dengan karakter lahan kering Madura yang lebih adaptif terhadap tanaman perkebunan tahunan seperti kelapa dan mente.

Atas capaian tersebut, Chainur Rasyid menyampaikan harapannya agar prestasi ini menjadi motivasi bersama, bukan hanya bagi jajaran DKPP, tetapi juga bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat ini bisa benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Target kami bukan hanya luas tanam, tetapi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi daerah,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya kesinambungan program, terutama dalam hal pendampingan teknis, akses bibit unggul, permodalan, hingga jaminan pasar hasil produksi. Menurutnya, hilirisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan infrastruktur dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin Sumenep tidak hanya dikenal sebagai daerah yang berhasil swasembada pangan, tetapi juga sebagai sentra perkebunan yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?