Wujud Perhatian Pemkab Sumenep, Program Balik Santri Gratis 2026 Sediakan Ribuan Tiket

Sumenep,RPN-Sebagai bentuk perhatian Pemkab Sumenep kepada generasi penerus bangsa khususnya yang berada di pondok pesantren, Ribuan tiket Gratis Khusus Santri yang hendak balik ke Ponpes pada Lebaran 1447 Hijriyah disediakan dengan batas akhir minimal 30 Maret 2026 ini.

Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo SH MH melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menyampaikan bahwa program ini sejatinya disiapkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, khususnya bagi santri dari wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

“Dari data sementara, baru dua pondok pesantren yang mendaftar, yakni Pondok Pesantren Salafiyah Sukarejo dan Ponpes Walisongo. Rencananya, keberangkatan akan dilakukan pada 30 Maret dari Pulau Raas dan Sepudi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya, Pemkab Sumenep telah menyiapkan sekitar 3.000 tiket gratis untuk mendukung kelancaran arus balik santri. Namun, hingga saat ini, minat dari pondok pesantren lain terutama di wilayah kepulauan seperti Kangean, Sapeken, dan Masalembu masih tergolong rendah.

“Kami masih membuka pendaftaran hingga batas akhir 30 Maret 2026. Kami berharap pondok pesantren lain segera memanfaatkan fasilitas ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dzulkarnain yang menyampaikan pesan Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa program ini bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan dan mobilitas santri.

“Pemerintah daerah berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik bagi para santri. Setelah sebelumnya kami fasilitasi mudik gratis ke kampung halaman, kini kami kawal kembali perjalanan mereka ke pondok pesantren agar berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa santri merupakan aset penting daerah yang diharapkan mampu menjadi generasi unggul di masa depan.

“Kami ingin memastikan para santri kembali ke pondoknya dengan selamat, agar mereka bisa melanjutkan pendidikan dengan baik dan kelak menjadi generasi emas yang berkontribusi bagi Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Minimnya partisipasi dari sejumlah wilayah kepulauan menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah daerah. Selain sosialisasi yang perlu diperkuat, akses informasi dan koordinasi dengan pengelola pondok pesantren juga dinilai perlu ditingkatkan agar program ini benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.

Dengan waktu pendaftaran yang masih tersisa, Pemkab Sumenep berharap program arus balik santri gratis ini dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga tujuan pemerataan layanan transportasi dan dukungan pendidikan dapat tercapai secara menyeluruh.

 

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?