Sumenep,RPN-Program Balik Pondok Gratis yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep menuai apresiasi dari kalangan santri, khususnya mereka yang berasal dari wilayah kepulauan. Salah satunya datang dari santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo asal Kecamatan Arjasa.
Ungkapan terima kasih itu disampaikan langsung oleh perwakilan santri saat berada di atas kapal yang mengangkut mereka kembali ke pondok pesantren. Bersama puluhan santri lainnya, mereka tampak antusias mengikuti program yang dinilai sangat membantu tersebut.
“Kami atas nama santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo asal Arjasa mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab Sumenep atas program Balik Pondok Gratis ini,” ungkapnya.
Tak hanya kepada pemerintah kabupaten, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Arjasa atas dukungan dan partisipasinya dalam menyukseskan program tersebut.
“Kami juga sampaikan terima kasih kepada Forkopimka Kecamatan Arjasa atas segala partisipasinya. Semoga ke depan semakin memberikan manfaat bagi para santri,” imbuhnya.
Ia menambahkan, para santri tidak dapat membalas secara langsung bantuan tersebut, namun berharap segala kebaikan yang diberikan akan mendapat balasan dari Allah SWT.
“Semoga semua yang terlibat, termasuk pihak kapal KMP Munggiyang Hulalo yang terus memberikan manfaat, menjadi ladang ibadah. Amin,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, KMP Munggiyang Hulalo dengan rute Kangean–Jangkar berangkat pada pukul 09.20 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 18.30 WIB. Kapal tersebut mengangkut total 591 santri dari berbagai pondok pesantren, yakni Ponpes Walisongo sebanyak 237 orang, Ponpes Sukorejo 277 orang, PP Nyamplong 9 orang, serta Ponpes Nurul Jadid sebanyak 68 santri.
Sementara itu, Bupati Sumenep melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Achmad Dzulkarnain, menyampaikan bahwa program Balik Pondok Gratis merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan transportasi santri, khususnya dari wilayah kepulauan.
“Program ini kami siapkan untuk membantu para santri yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan mereka,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pemkab Sumenep telah menyediakan sekitar 3.000 tiket gratis guna mendukung kelancaran arus balik santri. Namun demikian, minat dari pondok pesantren lain, terutama di wilayah kepulauan seperti Kangean, Sapeken, dan Masalembu, masih tergolong rendah.
“Kami masih membuka pendaftaran hingga 30 Maret 2026. Kami berharap pondok pesantren lain bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar layanan transportasi, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjamin keberlanjutan pendidikan santri.
“Setelah sebelumnya kami fasilitasi mudik gratis, kini kami juga mengawal kepulangan mereka ke pondok agar aman dan lancar. Santri adalah aset penting daerah yang harus kita dukung,” jelasnya.
Pemerintah berharap melalui program ini, para santri dapat kembali ke pondok pesantren dengan selamat dan nyaman, sehingga dapat melanjutkan pendidikan mereka serta menjadi generasi unggul bagi masa depan Kabupaten Sumenep.
zain_rpn












