Tingkatkan Mutu Pendidikan Guru SerGur, KKM MI Lenteng Gelar Diklat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta

Sumenep,RPN-Upaya meningkatkan mutu tenaga pendidik terus dilakukan di Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Kelompok Kerja Kepala (KKM) Madrasah Ibtidaiyah bersama para pengawas madrasah resmi menggelar Diklat Pembelajaran bagi guru bersertifikasi (SerGur), Kamis dan Sabtu, 20 dan 22 November 2025, bertempat di Yayasan Tanwirul Hija, Desa Cangkreng.

Kegiatan pelatihan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang relevan dengan regulasi terbaru, serta mengimplementasikan kurikulum pembelajaran berbasis cinta yang selaras dengan pembelajaran mendalam (deep learning).

 

Fokus Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan RPP Terintegrasi

Pengawas Pendamping Kecamatan Lenteng, Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar para guru dapat dengan mudah menyesuaikan administrasi pembelajaran dengan standar terbaru.

“Pelatihan ini mengajarkan bagaimana guru Madrasah menyusun RPP yang sudah terintegrasi pembelajaran mendalam dan kurikulum berbasis cinta, dengan sistem kerja sekali tepuk melalui aplikasi karya Pengawas Keren YouTube Channel,” ungkapnya.

Pelatihan ini diikuti 195 pendidik dari seluruh MI di Kecamatan Lenteng, yang terlibat aktif selama proses diklat berlangsung.

Didik berharap, pelatihan tidak hanya berhenti di kelas, namun dapat diterapkan dalam proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing.

“Setelah ini akan dilakukan pendampingan oleh para pengawas ke setiap Madrasah untuk menilai hasil penyusunan RPP dan implementasinya di kelas,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh penyusunan perangkat pembelajaran telah menyesuaikan regulasi terbaru, yakni KMA 1503 Tahun 2025.

KKM Apresiasi Semangat Guru MI Lenteng

Ketua KKM Lenteng, Manshur, S.Pd.I, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme dan kesungguhan para guru mengikuti diklat ini.

“Melalui regulasi dan pelatihan ini, pendidik dapat memahami serta mampu mengaplikasikannya langsung dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan kurikulum tidak boleh dihadapi secara pasif. Guru MI di Lenteng harus menjadi pelaku transformasi pembelajaran.

“Tenaga pendidik tidak boleh tertinggal oleh perkembangan kurikulum. Kita sambut semangat baru ini agar menjadi bekal peningkatan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Dirinya optimistis bahwa kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas guru dan kemajuan Madrasah di Kecamatan Lenteng.

“KKM Lenteng ingin semua lembaga pendidikan semakin maju dengan mengikuti perkembangan kurikulum. Karenanya, pelatihan seperti ini wajib diadakan dan sangat bermanfaat,” tegasnya.

Peserta Sangat Antusias Ikuti Pelatihan

Pantauan media di lokasi menunjukkan suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta terlihat serius mengikuti sesi pemaparan materi maupun praktik penyusunan perangkat pembelajaran menggunakan aplikasi yang disiapkan pengawas.

Dengan semangat kolaborasi dan peningkatan kompetensi, kegiatan diklat ini menjadi bukti komitmen pendidikan madrasah di Lenteng untuk terus berkembang serta memberikan layanan pembelajaran yang lebih profesional, efektif, dan bermakna bagi siswa.

 

Reporter: Zain RPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?