PKM Lenteng Gandeng Pemdes Lenteng Timur Lakukan Fogging, Perkuat Upaya Cegah DBD di Musim Penghujan

Sumenep,RPN-Mengantisipasi meningkatnya kasus demam dan potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Puskesmas Lenteng bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Lenteng Timur melakukan pengasapan (fogging) di sejumlah titik rawan, Selasa (09/12/2025).

Langkah ini menjadi bagian dari gerak cepat layanan kesehatan dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Kepala Puskesmas Lenteng, drg. Dela Maulana Ansyari, M.Si, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan fogging dilakukan sebagai tindakan pencegahan awal sekaligus respon terhadap meningkatnya kunjungan pasien demam, terutama anak-anak, dalam beberapa pekan terakhir.

“Fogging ini merupakan upaya antisipasi penyebaran DBD, karena sejak awal musim penghujan jumlah pasien demam di Puskesmas Lenteng cukup meningkat dan didominasi oleh anak-anak,” ujar Dela.

Namun ia menegaskan bahwa fogging tidak dapat menjadi satu-satunya andalan dalam mencegah DBD. Pencegahan paling efektif justru terletak pada perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan 3M Plus.

“Masyarakat harus lebih waspada saat musim hujan. Fogging itu sifatnya hanya membunuh nyamuk dewasa, jadi tidak cukup optimal. Yang paling efektif adalah 3M Plus: menguras, menutup, mengubur barang-barang yang bisa menampung air, ditambah penggunaan lotion antinyamuk dan gerakan kerja bakti membersihkan lingkungan,” jelasnya.

Dela juga menekankan bahwa keberhasilan pencegahan DBD tidak bisa hanya mengandalkan petugas kesehatan. Kolaborasi perangkat desa, RT/RW, dan masyarakat sangat menentukan dalam mengurangi perkembangbiakan jentik nyamuk.

“Pencegahan tidak akan maksimal tanpa dukungan semua pihak. Aparat desa, kader kesehatan, hingga masyarakat harus bergerak bersama. Kalau lingkungan bersih, sarang nyamuk hilang, maka risiko DBD juga menurun,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sejak memasuki musim penghujan, ruang rawat inap Puskesmas Lenteng kerap penuh oleh pasien demam, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia anak.

“Saat ini ruang rawat inap hampir penuh, terutama oleh pasien anak-anak dengan keluhan demam. Ini menjadi perhatian serius bagi kami dalam menghadapi musim penghujan,” ungkapnya.

Melalui pengasapan dan penguatan edukasi 3M Plus, Puskesmas Lenteng berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan pola hidup bersih guna memutus rantai penyebaran DBD.

“Harapan kami masyarakat ikut berperan aktif. Upaya kesehatan akan lebih efektif jika seluruh warga terlibat menjaga kebersihan lingkungannya,” tutup Dela.

Dengan langkah kolaboratif antara Puskesmas dan Pemdes Lenteng Timur ini, diharapkan wilayah Lenteng tetap aman dari ancaman DBD selama puncak musim penghujan tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?