Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemdes Tarogan melalui BUMDes nya Kembangkan Budidaya Ayam Petelur 

Sumenep,RPN-Pemerintah Desa (Pemdes) Tarogan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan budidaya ayam petelur yang dijalankan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program ini menjadi salah satu langkah konkret desa dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tarogan, K.H. Moh Abu Showi Sa’ied, menegaskan bahwa pengembangan budidaya ayam petelur merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah desa dalam membangun kemandirian pangan berbasis desa.

Ia menjelaskan, keberadaan BUMDes di sektor pangan memiliki tujuan strategis, mulai dari meningkatkan produksi pangan lokal, meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat desa, memperkuat ketersediaan pangan di tingkat desa, hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

“Kami ingin desa tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen pangan. Melalui BUMDes, desa dapat mengelola sumber daya pangannya sendiri dan hasilnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar K.H. Moh Abu Showi Sa’ied.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa fungsi BUMDes di sektor pangan tidak hanya sebatas pengelolaan usaha, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi warga.

“BUMDes berfungsi mengelola sumber daya pangan desa, mengembangkan usaha pangan lokal, memperluas akses pasar bagi petani dan peternak desa, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan. Semua ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni mendukung ketahanan pangan nasional dari desa,” tuturnya.

Menurut Kades Tarogan, budidaya ayam petelur dipilih karena memiliki peluang pasar yang luas dan berkelanjutan, sekaligus mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.

“Selain menopang kebutuhan pangan, budidaya ayam petelur ini juga kami harapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP, M.Si, menyampaikan bahwa pengembangan BUMDes di sektor pangan di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren yang positif.

“Lebih dari 20 persen BUMDes pangan saat ini terfokus pada peternakan ayam petelur dan pedaging. Produksi ini diperkirakan akan melonjak tajam pada November 2025, dan diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sektor pertanian sebagai penopang pangan desa turut menunjukkan perkembangan signifikan.

“Padi dan jagung sebagai komoditas utama diproyeksikan memasuki masa panen raya. Sementara tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran yang banyak dikembangkan di Kecamatan Rubaru, Manding, dan Ambunten ikut memberi warna dalam memperkuat ketahanan pangan desa,” imbuhnya.

Melalui sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan pemerintah daerah, Pemdes Tarogan optimistis program budidaya ayam petelur ini dapat menjadi contoh penguatan ketahanan pangan berbasis desa yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?