PPNI Sumenep Kecam Keras Dugaan Kekerasan Kepada Perawat Saat Bertugas di PKM Batuan

Sumenep,RPN-Kasus dugaan kekerasan yang menimpa salah satu perawat saat sedang bertugas di UGD Puskesmas Batuan, Kabupaten Sumenep kian mendapat perhatian publik. Salah satunya, Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menjadi wadah perawat di Kabupaten Sumenep juga ambil sikap tegas.

Dari kejadian tersebut, Ketua PPNI Sumenep,Baharudin Mutheri, S.Kep.Ns., MH., menyayangkan rapuhnya aspek keamanan tenaga kesehatan di fasilitas layanan publik apalagi dalam keadaan tugas mulia.

Dirinya menilai, kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap martabat profesi tenaga kesehatan yang seharusnya mendapatkan perlindungan saat menjalankan tugas negara.

“Tenaga kesehatan sedang bertugas melayani masyarakat, bukan berhadapan dengan kekerasan. Dugaan tindakan ini sangat kami kecam karena mencederai nilai kemanusiaan,” tegas Baharudin, saat dikonfirmasi media ini lewat aplikasi WhatsAppnya pada Jumat malam (09/01/2025).

PPNI Sumenep menyatakan akan memberikan pendampingan hukum kepada perawat yang menjadi korban. Langkah ini ditempuh untuk memastikan proses hukum berjalan secara objektif serta memberikan efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Ini bukan semata soal individu, tetapi menyangkut marwah tenaga kesehatan sebagai pelayan publik. Nakes harus dilindungi, bukan dilecehkan,” lanjutnya.

Meski demikian, Baharudin menegaskan bahwa PPNI tetap mengingatkan seluruh tenaga kesehatan agar menjaga profesionalisme dan tidak membiarkan peristiwa ini mengganggu komitmen pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap tidak ada kejadian serupa di daerah lain. Tim nakes tetap kami imbau untuk melayani dengan tulus dan sesuai standar pelayanan,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan kekerasan terhadap perawat yang terjadi di ruang UGD Puskesmas Batuan ini tidak hanya memicu keprihatinan, tetapi juga menjadi peringatan serius tentang pentingnya jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan.

“Insiden tersebut dinilai mencederai rasa aman nakes yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?