Kunjungan Wisatawan Sumenep Tembus 1,91 Juta, PAD Pariwisata Capai 85 Persen. Target Kadisbudporapar Optimistis 2026 Tembus 2 Juta Pengunjung

Sumenep,RPN-Sektor pariwisata Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, tercatat menembus angka 1,91 juta orang. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata berhasil mencapai Rp1,50 miliar, atau sekitar 85 persen dari target Rp.2,1 miliar.

Capaian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, H. Muhammad Ikhsan, pada Selasa sore (13/01/2026).

Menurut Ikhsan, tingginya angka kunjungan wisata tidak terlepas dari dominasi destinasi wisata pantai yang masih menjadi daya tarik utama di Sumenep. Kondisi tersebut turut memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku usaha pariwisata.

“Wisata pantai masih menjadi magnet utama. Dampaknya sangat terasa bagi sektor ekonomi, mulai dari hotel, kafe, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar destinasi wisata yang mengalami peningkatan pendapatan cukup signifikan,” ungkapnya.

Beberapa destinasi yang menjadi sentra kunjungan wisata antara lain Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Gili Labak, Gili Iyang, Bukit Tawaf, dan Pantai Sembilan. Destinasi-destinasi tersebut dinilai memiliki potensi besar, namun masih memerlukan penguatan dari sisi sarana dan prasarana.

Ikhsan mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan pariwisata. Oleh karena itu, pada tahun 2026, Disbudporapar Sumenep berencana mengajukan sejumlah program perbaikan dan peningkatan fasilitas, baik di sektor pariwisata, olahraga, maupun kebudayaan.

Di sisi lain, ia juga mengungkapkan adanya penurunan anggaran Disbudporapar. Jika pada tahun 2025 dialokasikan anggaran sebesar Rp25,9 miliar, maka pada tahun 2026 turun menjadi Rp16,8 miliar. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya pengembangan pariwisata.

Sebagai strategi alternatif, Disbudporapar memperkuat kalender event pariwisata. Dari semula 110 event yang telah terstruktur dan terencana, kini ditambah sekitar 13 event, sehingga total menjadi 123 event sepanjang tahun 2026.

“Event ini kami fokuskan untuk merawat kesenian dan kebudayaan lokal, meningkatkan daya tarik wisata, sekaligus menggerakkan sektor olahraga,” jelas Ikhsan.

Dari total tersebut, sekitar 54 event akan diselenggarakan di tingkat kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan. Setiap kecamatan ditargetkan minimal menggelar satu hingga dua event, yang disesuaikan dengan karakteristik, potensi, serta budaya lokal masing-masing wilayah.

Lebih lanjut, Ikhsan menegaskan bahwa pengembangan pariwisata ke depan akan difokuskan pada tiga aspek utama. Pertama, stabilitas dan kelayakan sarana-prasarana, termasuk akses jalan dan fasilitas di objek wisata. Kedua, pendukung wisata seperti hotel, kafe, dan restoran. Ketiga, atraksi wisata yang menarik dan berkelanjutan.

“Insya Allah, ketiga aspek ini akan menjadi prioritas utama. Harapannya, pada tahun 2026 jumlah kunjungan wisatawan bisa meningkat minimal menjadi 2 juta orang, dari sebelumnya sekitar 1,9 juta,” pungkasnya.

Dengan strategi yang terukur dan penguatan kolaborasi lintas sektor, Disbudporapar Sumenep optimistis pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah di tengah keterbatasan anggaran.

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?