Sumenep,RPN-Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep resmi bergulir. Seiring diumumkannya tahapan dan jadwal seleksi, dinamika bursa calon Sekda mulai menghangat, dengan sejumlah pejabat eselon II disebut-sebut menguat sebagai kandidat potensial.
Setidaknya terdapat tiga nama yang kerap diperbincangkan di berbagai kalangan, yakni Agus Dwi Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep; Arif Firmanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep; serta Eri Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep. Ketiganya saat ini menduduki posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan serta pengalaman manajerial lintas sektor pemerintahan daerah.
Dari informasi yang dihimpun media ini, ketiga figur tersebut dikenal aktif dalam mendukung program prioritas daerah. Mulai dari penguatan sektor pendidikan, perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur, menjadi modal penting dalam mengemban peran strategis sebagai Sekretaris Daerah.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan panitia seleksi, pengumuman dan pendaftaran seleksi dibuka pada 13–23 Januari 2026, bersamaan dengan pelaksanaan seleksi administrasi. Informasi lengkap mengenai tahapan seleksi dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi bkpsdm.sumenep.go.id serta portal nasional asnkarier.bkn.go.id.
Seleksi terbuka ini pun mendapat perhatian luas dari masyarakat. Sejumlah warga berharap proses seleksi benar-benar berjalan transparan dan menghasilkan figur Sekda yang mampu menjadi motor penggerak birokrasi.
“Kami berharap Sekda yang terpilih nanti adalah sosok yang profesional, tegas, dan mampu menjembatani kepentingan masyarakat dengan kebijakan pemerintah,” ujar Asmuni, salah satu warga Sumenep (13/01/2026)
Senada, Siregar (38), pelaku UMKM di Kecamatan Kota, menilai Sekda ke depan harus memiliki kepekaan sosial dan keberpihakan terhadap kepentingan publik.
“Bukan hanya pintar administrasi, tapi juga paham kondisi riil masyarakat. Sekda itu kan pengendali utama roda birokrasi,” katanya.
Sementara itu, Samsul (52), tokoh masyarakat di wilayah daratan, menekankan pentingnya integritas dan keteladanan.
“Kami ingin Sekda yang bersih, berani mengambil keputusan, dan tidak terjebak kepentingan politik. Karena jabatan ini sangat menentukan arah pemerintahan daerah,” ujarnya.
Seleksi terbuka Sekda Kabupaten Sumenep ini diharapkan menjadi momentum lahirnya pemimpin birokrasi yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga visioner, berintegritas, dan mampu mempercepat terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif serta pelayanan publik yang berkualitas.
zain_rpn












