Sumenep,RPN-Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Sumenep. Angin kencang yang sesekali disertai hujan ringan hingga sedang terjadi di sejumlah kawasan, seiring masuknya puncak musim hujan periode Januari–Februari 2026. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, banjir lokal, hingga tanah longsor di wilayah rawan.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach. Laily Maulidy menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor utama untuk meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem.
“Perubahan cuaca terjadi cepat dan tidak selalu bisa diprediksi secara detail. Karena itu, kewaspadaan dan kesiapan warga sangat menentukan,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh media ini lewat aplikasi whatsapp-nya (21/01/2026)
Saat ini, BPBD Sumenep menyampaikan sejumlah imbauan penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat:
-Bersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat sampah dan mengurangi risiko genangan saat hujan deras.
-Pangkas pohon rimbun atau rapuh di sekitar permukiman untuk mencegah roboh akibat terpaan angin kencang.
-Periksa kekuatan atap rumah, pastikan konstruksi aman menahan beban air hujan dan angin.
-Warga di kawasan lereng atau tebing diimbau mengungsi sementara jika hujan deras berlangsung lebih dari dua jam guna mengantisipasi longsor.
-Masyarakat di kawasan rendah atau bantaran sungai diminta mewaspadai kenaikan debit air secara tiba-tiba serta menyiapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, obat-obatan, dan pakaian secukupnya.
-Hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, atau tiang listrik saat angin kencang atau petir.
-Pengendara diminta tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang sangat terbatas akibat hujan lebat.
-Nelayan dan pengguna transportasi laut antar-pulau diimbau menunda keberangkatan apabila BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi.
BPBD juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan segera melaporkan kejadian darurat ke pihak berwenang.
“Keselamatan adalah prioritas. Jangan menyepelekan peringatan cuaca ekstrem,” tegas Kalaksa BPBD Kabupaten Sumenep, Ach Laily Maulidi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan potensi dampak buruk cuaca ekstrem di Sumenep dapat ditekan, sehingga aktivitas warga tetap berjalan aman di tengah puncak musim hujan.
zain_rpn












