Sumenep,RPN-Gonjang-ganjing perhelatan pencalonan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Jawa Timur, kian panas dan memantik keprihatinan publik. Di tengah proses seleksi terbuka yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip meritokrasi dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), mencuat kabar mengejutkan: salah satu yang digadang-gadang bakal calon Sekdakab diduga menempuh jalur perdukunan, lengkap dengan mahar dan ritual khusus.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang warga Sumenep yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sebut saja A. Kepada Radar Post Nasional, A mengungkapkan bahwa praktik non-rasional itu melibatkan seorang dukun yang disebut-sebut berasal dari wilayah timur Kota Sumenep.
“Dukun itu dikenal punya kuda putih. Bakal calon Sekda ini diramal bakal jadi, bahkan fotonya sudah dititipkan di kediaman sang dukun,” ungkap A, Rabu (28/01/2026).
Tak berhenti sampai di situ, A menyebut dugaan praktik tersebut disertai mahar fantastis dan ritual amalan dalam jumlah besar.
“Informasinya, ada mahar sekitar Rp100 juta untuk 441 amalan, yang harus dibaca rutin setiap harinya. Amalan itu katanya wajib dijalankan sesuai waktu yang ditentukan,” bebernya.
Jika informasi ini benar, maka praktik tersebut bukan hanya mencederai logika publik, namun juga berpotensi merusak marwah birokrasi dan mencoreng wajah seleksi jabatan strategis di Kabupaten Sumenep.
Isu sensitif ini muncul bersamaan dengan kondisi seleksi Sekdakab Sumenep yang sedang tidak stabil. Berdasarkan data yang dihimpun RPN, proses pendaftaran dan seleksi terbuka jabatan Sekda sempat mengalami penjadwalan ulang menyusul pengunduran diri Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Syahwan Effendi, yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda Sumenep.
Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun oleh media ini di lapangan, pendaftaran seleksi direncanakan dimulai pada 13 Januari 2026. Namun pengunduran diri Syahwan pada 14 Januari 2026 memaksa Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan konsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna menyusun ulang jadwal dan membentuk pansel baru.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Benny Irawan, membenarkan perubahan tersebut.
“Pendaftaran seleksi Sekda dibuka kembali mulai 19 Januari hingga 2 Februari 2026. Pengumuman hasil seleksi administrasi akan disampaikan pada 3 Februari,” jelas Benny, Kamis (22/1/2026).
Munculnya dugaan jalur perdukunan, mahar ratusan juta, hingga ritual ratusan amalan dalam kontestasi jabatan tertinggi ASN di Sumenep ini menjadi alarm keras bagi integritas birokrasi daerah. Publik menuntut agar seleksi Sekdakab benar-benar dijalankan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik-praktik irasional yang berpotensi mencederai kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, Radar Post Nasional masih berupaya melakukan konfirmasi kepada panitia seleksi dan pihak-pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
zain_rpn












