Sumenep,RPN-Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Pada tahun 2026 ini, Pemkab Sumenep kembali berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award dengan predikat Madya.
Penghargaan bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat bersama BPJS Kesehatan dan digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Selasa (27/1/2026).

UHC Award merupakan bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dan konsisten dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terutama dalam menjaga cakupan kepesertaan dan ketepatan pembayaran iuran.
Berdasarkan data yang dirilis, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sumenep telah melampaui 95 persen, dengan tingkat keaktifan peserta lebih dari 85 persen setiap bulan. Selain itu, Pemkab Sumenep juga dinilai memiliki kontribusi signifikan melalui pembiayaan Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) secara berkelanjutan.
Penghargaan ini bukan kali pertama diraih Kabupaten Sumenep. Capaian tersebut menegaskan adanya komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan merata.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., mewakili Pemkab Sumenep, menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Turut mendampingi dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Galih Anjung Sari, serta Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Sumenep Shandy Eko Budilaksono. UHC Award 2026 sendiri diikuti oleh 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota se-Indonesia.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan UHC Award 2026 kategori Madya merupakan hasil dari konsistensi Pemkab Sumenep dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran JKN.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sumenep kembali mendapatkan penghargaan UHC Award 2026 kategori Madya karena telah memenuhi seluruh persyaratan pembayaran iuran. Ke depan, kami berharap ada peningkatan sehingga Sumenep bisa naik ke kategori Utama,” ujarnya.
Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.
“Melalui program UHC, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat layanan kesehatan yang lebih ringan dan dapat diakses di seluruh Indonesia saat dibutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes menekankan bahwa capaian UHC Award tidak lepas dari konsistensi kebijakan daerah dalam mendukung Program JKN.
“Cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sumenep telah melampaui 95 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 85 persen setiap bulan. Ini menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan masyarakat semakin luas dan merata,” jelasnya.
Menurutnya, keberlanjutan program JKN sangat ditentukan oleh komitmen pembiayaan daerah.
“Pemerintah daerah secara konsisten membiayai iuran Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID). Ini adalah bentuk nyata keberpihakan Pemkab Sumenep terhadap perlindungan kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Pemkab Sumenep memastikan komitmen tersebut akan terus dijaga dengan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan, khususnya melalui penguatan layanan kesehatan primer di fasilitas kesehatan.
Capaian UHC Award 2026 ini juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
zain_rpn












