Sumenep, RPN-Komitmen memperkuat mutu pelayanan terus diwujudkan oleh RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep (RSUDMA) melalui percepatan transformasi digital di seluruh lini layanan. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian status rumah sakit tipe B, yang tidak hanya menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur fisik, tetapi juga pada sistem kerja yang transparan, efisien, dan terukur.
Transformasi digital tersebut menyasar proses pelayanan dari hulu ke hilir, mulai dari pendaftaran pasien, sistem antrean, hingga penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). Secara objektif, digitalisasi ini dirancang untuk menjawab persoalan klasik di fasilitas kesehatan, seperti antrean panjang, administrasi berbelit, serta lambatnya akses data medis.
Salah satu inovasi yang langsung dirasakan masyarakat adalah sistem pendaftaran dan antrean online. Pasien kini dapat menentukan jadwal pemeriksaan, memilih dokter, serta memperoleh nomor antrean tanpa harus datang lebih awal ke rumah sakit. Pada jam-jam sibuk, sistem ini terbukti memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa melampaui dua jam.
“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini adalah strategi menjawab kebutuhan zaman, bukan sekadar mengikuti tren,” ujar Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, Rabu (05/2/2026).
Lebih jauh, implementasi RME berbasis aplikasi Meditrack memungkinkan data pasien tersimpan secara sistematis dan aman, serta dapat diakses secara real-time oleh tenaga kesehatan yang berwenang. Dengan sistem ini, proses diagnosis menjadi lebih cepat dan akurat, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan akibat keterlambatan atau ketidakterpaduan informasi.
Selain meningkatkan kecepatan layanan, RME juga memperkuat koordinasi lintas unit, mulai dari poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga ruang rawat inap. Setiap tindakan medis terdokumentasi secara digital, memudahkan proses evaluasi dan meningkatkan aspek keselamatan pasien.
“Inovasi ini sangat mempercepat proses diagnosis serta koordinasi antarunit, sehingga keputusan medis dapat diambil secara lebih tepat dan terukur,” jelas dr. Hj. Erliyati.
Transformasi berkelanjutan tersebut turut mengantarkan RSUDMA Sumenep meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima, yang menjadi indikator pemenuhan standar nasional tertinggi dalam mutu layanan, keselamatan pasien, serta tata kelola rumah sakit. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura Timur.
Meski mengedepankan teknologi, manajemen rumah sakit menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi fondasi utama pelayanan. Digitalisasi justru dirancang untuk mengurangi beban administratif tenaga medis, sehingga mereka dapat lebih fokus pada interaksi langsung, empati, dan kualitas komunikasi dengan pasien.
Ke depan, RSUDMA Sumenep berkomitmen terus mengembangkan sistem layanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan kemajuan dunia kesehatan. Transformasi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang profesional, modern, serta berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti pelayanan kesehatan.
zain_rpn












