PAD Sektor Kesehatan 2025 Lampaui Target, RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Bidik Rp116 Miliar di 2026

Sumenep,RPN-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep dari sektor kesehatan menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep pada tahun 2025 tercatat melampaui target yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Direktur RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyanti, mengungkapkan bahwa capaian pendapatan rumah sakit pada 2025 berada di atas 100 persen dari target awal.

“Yang pasti, untuk tahun 2025 lebih dari target. Realisasinya di atas 100 persen,” ujarnya, Kamis (13/02/2026).

Capaian tersebut menjadi indikator positif bagi kinerja manajerial dan pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah itu. Di sisi lain, peningkatan pendapatan juga mencerminkan meningkatnya tingkat pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat.

Kepala Bagian Keuangan RSUD, H. Fandi, menjelaskan bahwa keberhasilan tahun 2025 menjadi dasar dalam penetapan target tahun berikutnya. Pada 2026, rumah sakit pelat merah tersebut membidik pendapatan sebesar Rp116 miliar.

“Untuk target pendapatan 2026 sebesar Rp116 miliar karena kita sudah berstatus RSUD tipe B,” jelasnya.

Status rumah sakit tipe B membawa konsekuensi peningkatan kapasitas layanan, baik dari sisi fasilitas, sarana-prasarana, maupun ketersediaan tenaga medis spesialis. Secara objektif, peningkatan klasifikasi ini berpotensi memperluas cakupan layanan rujukan dan memperkuat posisi RSUD sebagai pusat pelayanan kesehatan regional.

Namun demikian, peningkatan pendapatan tidak semata-mata dimaknai sebagai capaian finansial. Direktur RSUD menegaskan bahwa orientasi utama tetap pada mutu layanan.

“Doakan RSUD tetap Bismillah Melayani dan pendapatan selalu meningkat dari tahun ke tahun,” pungkas dr. Hj. Erliyanti,M.Kes.

Secara struktural, RSUD dr. Moh. Anwar menjadi salah satu kontributor signifikan dalam komposisi retribusi kesehatan Kabupaten Sumenep. Bahkan, hampir separuh PAD tahun 2025 disebut bersumber dari sektor retribusi kesehatan, yang sebagian besar ditopang oleh layanan rumah sakit daerah.

Pengamat kebijakan publik menilai, tren ini perlu diimbangi dengan transparansi pengelolaan keuangan, efisiensi anggaran, serta penguatan standar pelayanan minimal. Dengan demikian, pertumbuhan pendapatan tidak hanya berdampak pada angka PAD, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dengan target Rp.116 miliar pada 2026, tantangan RSUD ke depan tidak hanya pada pencapaian angka, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ekspansi layanan dan keberlanjutan kualitas pelayanan publik.

zain_rpn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× How can I help you?