Sumenep,RPN-Momentum arus balik Lebaran H+4 di Kabupaten Sumenep menunjukkan dinamika yang cukup tinggi, khususnya di kawasan Pasar Tumpah Prenduan, Kecamatan Pragaan. Meski aktivitas masyarakat meningkat signifikan, arus lalu lintas di jalur provinsi penghubung Sumenep–Pamekasan terpantau tetap lancar berkat pengawalan intensif dari aparat kepolisian.
Unit Turjawali Satlantas Polres Sumenep turun langsung melakukan pengaturan lalu lintas sejak pagi hari, Rabu (25/03/2026), guna mengantisipasi potensi kemacetan akibat aktivitas jual beli yang meluber hingga ke bahu jalan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sumenep, Ipda Dita Pradiptya SH, menegaskan bahwa kehadiran personel di titik rawan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan kelancaran arus kendaraan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Lebaran.
“Pengamanan kami fokuskan sejak pagi hari di area Pasar Tumpah Prenduan. Ini merupakan titik krusial karena berada di jalur provinsi yang cukup padat, terutama saat arus balik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang membuat arus lalu lintas tetap terkendali adalah kesadaran masyarakat yang mulai meningkat, terutama dalam hal penggunaan area parkir yang telah disediakan.
“Alhamdulillah, hari ini tidak ditemukan kendaraan roda dua maupun roda empat yang parkir di badan jalan. Ini sangat membantu kelancaran arus lalu lintas, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap memberikan catatan penting kepada para pengendara agar tidak lengah. Ia menekankan bahwa potensi kepadatan tetap bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika disiplin berlalu lintas mulai diabaikan.
“Kami imbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi aturan, parkir di tempat yang sudah disediakan, dan tidak berhenti sembarangan di bahu jalan,” tegasnya.
Selain itu, Ipda Dita juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara di tengah meningkatnya intensitas perjalanan. Ia meminta pengendara roda dua untuk selalu menggunakan helm, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.

“Keselamatan tetap yang utama. Hati-hati di jalan, patuhi rambu lalu lintas, dan lengkapi perlengkapan berkendara. Jangan sampai euforia Lebaran justru berujung pada hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Pengawalan yang dilakukan Unit Turjawali ini menjadi bukti bahwa kehadiran aparat di lapangan masih menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan seperti pasar tumpah yang kerap memicu kemacetan.
Dengan sinergi antara petugas dan kesadaran masyarakat, arus balik Lebaran di wilayah Sumenep diharapkan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali.
zain_rpn












