Sumenep,RPN-Sebanyak 199 Kepala Desa dari seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berangkat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu malam (05/11/2025).
Keberangkatan tersebut dalam rangka studi banding peningkatan kapasitas pemerintahan desa, khususnya di sektor koperasi merah putih dan ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf AP, M.Si memberikan apresiasi terhadap keberangkatan 199 Kepala Desa ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam rangka studi banding peningkatan kapasitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah positif dan strategis bagi para kepala desa untuk memperluas wawasan serta memahami praktik terbaik dalam pengelolaan pemerintahan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan studi banding ini. Peningkatan kapasitas kepala desa sangat penting agar tata kelola pemerintahan desa semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sektor yang menjadi fokus dalam studi banding, yakni koperasi merah putih dan ketahanan pangan nasional, sangat relevan dengan tantangan pembangunan desa saat ini. Dengan pemahaman yang lebih luas, kepala desa diharapkan mampu mengelola potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami berharap setelah kembali dari kegiatan ini, para kepala desa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan koperasi desa, memperkuat ketahanan pangan, dan mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi di tingkat desa,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPMD juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tetap harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat desa, bukan sekadar perjalanan seremonial.
“Intinya, studi banding ini harus membawa dampak positif. Pemerintah desa perlu mempraktikkan hasil pembelajaran di lapangan, terutama dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi desa,” tegasnya.
DPMD Sumenep menilai bahwa langkah kolaboratif antara PKDI, pemerintah pusat, dan para kepala desa merupakan bentuk sinergi yang baik dalam memperkuat implementasi program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, terutama dalam bidang koperasi dan ketahanan pangan.
Sementara itu, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat wawasan dan kemampuan kepala desa dalam mengelola potensi ekonomi serta mendukung program prioritas nasional di tingkat desa.
“Sekitar 199 kepala desa dari Kabupaten Sumenep berangkat ke Samarinda untuk mengikuti studi banding terkait peningkatan kapasitas, terutama di bidang koperasi merah putih dan ketahanan pangan nasional,” ujar H. Ubaid saat dikonfirmasi, Rabu malam (05/11/2025).

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut para kepala desa akan berdiskusi langsung dengan sejumlah pemangku kebijakan di daerah tujuan, serta menghadiri agenda bersama Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Pertanian dan Pangan Nasional.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting agar para kepala desa di Sumenep bisa belajar langsung tentang tata kelola koperasi dan penguatan sektor pangan yang menjadi program utama Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.
H. Ubaid juga menegaskan, melalui studi banding ini diharapkan seluruh pemerintah desa dapat membawa pulang pengetahuan dan inspirasi baru untuk diterapkan di masing-masing wilayah, terutama dalam membangun koperasi yang mandiri, berdaya saing, dan berpihak pada masyarakat desa.
“Kami berharap, lewat kegiatan ini para kepala desa mampu mengembangkan koperasi merah putih sebagai wadah ekonomi kerakyatan, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional di tingkat desa,” tegasnya.
Kegiatan studi banding ini juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah desa, lembaga koperasi, dan pemerintah pusat, guna memperkuat kolaborasi dalam membangun desa tangguh, mandiri, dan berketahanan ekonomi di era Ibu Kota Nusantara.
Zain












