Sumenep,RPN-Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menyalurkan Tunjangan Kehormatan Guru Ngaji sebagai wujud apresiasi terhadap jasa para pendidik agama yang selama ini berperan penting membina akhlak dan karakter masyarakat sejak usia dini. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (14/11).
Bupati menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki posisi strategis sebagai pilar pendidikan moral di tengah masyarakat. Tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, namun juga menanamkan nilai-nilai akhlak, adab, dan kepribadian luhur kepada anak-anak sejak usia dini.
“Guru ngaji adalah pilar pendidikan moral dengan mengajarkan Al-Qur’an serta nilai-nilai kebaikan sejak dasar. Mereka memiliki peran besar dalam membentuk generasi berakhlak dan berkarakter,” ujarnya.
Dedikasi Tanpa Pamrih Perlu Dihargai
Menurut Bupati, pengabdian guru ngaji selama ini dilakukan dengan penuh ketulusan dan komitmen yang tinggi untuk membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang jujur, disiplin, mencintai ilmu, serta berakhlak mulia. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan mereka.
“Para guru ngaji bekerja dengan penuh keikhlasan. Pemerintah daerah memberi perhatian agar dedikasi itu mendapatkan apresiasi yang layak,” tambahnya.
Tunjangan kehormatan ini diharapkan bukan hanya berdampak secara ekonomi, tetapi mampu menambah semangat para guru ngaji dalam menjalankan tugas mulianya menjaga keberlangsungan pendidikan agama di tengah masyarakat.
Membangun Fondasi Karakter di Era Digital
Di tengah arus globalisasi dan tantangan digital, Bupati menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan figur-figur pendidik yang mampu menjaga identitas moral generasi muda.
“Guru ngaji memegang peran strategis dalam membangun karakter generasi agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak dan daya tahan moral menghadapi dinamika zaman,” jelasnya.
1.225 Guru Ngaji Terima Tunjangan Kehormatan
Pada tahun 2025 ini, sebanyak 1.225 guru ngaji dari 27 kecamatan se-Kabupaten Sumenep menerima tunjangan kehormatan. Program ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dan disalurkan sebagai dana hibah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sumenep.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sumenep, Kamiluddin, menjelaskan bahwa total anggaran bantuan yang dialokasikan mencapai Rp 1.470.000.000. Setiap penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp 1.200.000, yang dicairkan melalui rekening masing-masing di BPRS Bhakti Sumekar.
Lebih dari sekadar bantuan tunjangan, Pemkab Sumenep juga memastikan perlindungan bagi para guru ngaji melalui keikutsertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan, yang meliputi jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.
“Program ini tidak hanya memberikan tunjangan, tetapi juga jaminan perlindungan bagi para guru ngaji, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM bidang keagamaan,” tegasnya.
Penyaluran tunjangan ini semakin menegaskan posisi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat peran guru ngaji sebagai pilar karakter dan moral masyarakat.












