Sumenep,RPN-Demi menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah risiko kecelakaan laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) penundaan pemberangkatan seluruh kapal dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Kebijakan ini berlaku mulai 12 hingga 18 Januari 2026.
Kepala KSOP Kalianget, Azwar Anas, SH, MA.Hum, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG Maritim Surabaya. Seluruh rute pelayaran, baik menuju Kepulauan Kangean, Sapeken, Masalembu, maupun lintasan Kalianget–Jangkar (Situbondo), sementara dihentikan.

“Penundaan ini murni untuk keselamatan. Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca belum memungkinkan untuk pelayaran aman,” ujar Azwar Anas, saat dikonfirmasi oleh media ini lewat aplikasi whatsapp-nya pada Kamis (15/01/2026).
Ia mengungkapkan, tinggi gelombang laut di sejumlah perairan diperkirakan mencapai 1,5 hingga 3 meter, disertai kecepatan angin hingga 30 knot. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan kapal, penumpang, maupun awak kapal.
Meski pemberangkatan ditunda, pihak KSOP memastikan kondisi calon penumpang tetap terpantau. Saat ini, sekitar 70 hingga 80 calon penumpang masih bertahan di beberapa lokasi, mulai dari rumah keluarga, terminal penumpang, hingga penginapan di sekitar Pelabuhan Kalianget.
“Untuk kebutuhan konsumsi, Pemkab Sumenep melalui Dinas Sosial memberikan bantuan makan tiga kali sehari kepada para calon penumpang,” jelas Anas.

Ia menambahkan, dalam sepekan terakhir tidak ada pemberangkatan kapal reguler. Namun, pada akhir pekan lalu, sempat diberangkatkan beberapa kapal secara terbatas ke arah Kangean, Sapeken, dan lintasan Kalianget–Jangkar, sebelum cuaca kembali memburuk.
KSOP Kalianget juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, agar tidak memaksakan aktivitas di laut selama kondisi cuaca masih belum bersahabat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami harap masyarakat memahami dan mematuhi kebijakan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan makanan kepada sekitar 80 kepala keluarga calon penumpang laut yang terdampak penundaan.
“Bantuan kami distribusikan ke beberapa titik. Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar calon penumpang tetap terpenuhi,” katanya.
Hasil pantauan media ini di Pelabuhan Kalianget menunjukkan antrean truk dan mobil boks bermuatan besar masih berjajar di area pelabuhan. Sejumlah calon penumpang juga terlihat menunggu di terminal maupun di sekitar pelabuhan, sembari berharap cuaca segera membaik agar pelayaran kembali dibuka.
Penundaan ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pelayaran tidak bisa ditawar, terutama di tengah cuaca ekstrem yang berpotensi mengancam nyawa.
zain_rpn












